Buku
Tak enteni keplokmu: tanpa bunga dan telegram duka
Awalnya hanya lukisan celeng tapi kemudian buku ini bercerita tentang politik, mental, tingkah laku, kemunafikan, kekejaman, kejahatan, dendam, nafsu, naluri, dan nasib manusia yang laksana celeng. Buku ini bagaikan mengulang kata-kata filsuf Nietzsche; binatang buas itu belum mati, dalam peradaban modern ini binatang buas itu masih hidup, makin hidup, malahan ia diilahikan.
| 0249-21 | 890 Sin t | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain